WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan keluarga melalui keberlanjutan Program Keluarga SIGAP.

Komitmen itu ditegaskan dalam Lokakarya Keberlanjutan Program Keluarga SIGAP yang digelar di Hotel Roditha Banjarbaru, 12–13 November 2025.

Diikuti 149 kepala desa se-Kabupaten Banjar, kegiatan melibatkan Kementerian Desa PDTT, Dinas Kesehatan, dan tim Keluarga SIGAP.

Baca Juga Ekspresi Gus Elham Yahya Pucat Saat Minta Maaf, Netizen: “Lipstik Shade Berapa?”

Asisten Administrasi Umum Setda Banjar Rakhmat Dhany mengatakan, program Keluarga SIGAP merupakan bagian penting dalam membangun generasi sehat menuju Generasi Emas 2045.

"SIGAP mendorong integrasi kesehatan keluarga ke dalam perencanaan dan penganggaran desa. Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama masyarakat," ujarnya.

Program Keluarga SIGAP menitikberatkan pada tiga perilaku utama:

  1. Imunisasi rutin lengkap dan tepat waktu,
  2. Cuci tangan pakai sabun,
  3. Pemberian makanan bergizi dan camilan sehat.

Melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, hingga kelas ibu baduta, program ini telah menyentuh 5.115 orang tua dan melibatkan 491 kader dari 285 posyandu di 149 desa.

Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP Nuwirman menilai keberhasilan Banjar menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis komunitas mampu memberi dampak nyata.

"SIGAP itu bukan proyek jangka pendek, tapi langkah kecil yang menumbuhkan perubahan besar di keluarga," katanya.

Sementara itu, Achmadi, District Coordinator Keluarga SIGAP, menambahkan desa di Banjar diharapkan bisa melanjutkan program secara mandiri melalui dukungan dana desa.

"Dana desa sangat penting agar program tidak berhenti di tengah jalan," ucapnya.

Dari sisi kebijakan, Sappe MP Sirait dari Kementerian Desa PDTT menjelaskan, pihaknya terus mendorong pemanfaatan dana desa untuk memperkuat layanan kesehatan dasar.

"Kami ingin setiap desa punya akses kesehatan yang lebih baik, termasuk imunisasi, CTPS, dan pemenuhan gizi," ujarnya.

Senada, Fara Hayani, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang Banjar, menyebut program SIGAP sejalan dengan prioritas daerah dalam menurunkan stunting dan membangun fondasi keluarga sehat.