WARTABANJAR.COM, MAKASSAR – Kisah memilukan datang dari seorang bocah empat tahun, Bilqis Ramdhani, yang sempat hilang dan ditemukan di tengah komunitas Suku Anak Dalam (SAD), Jambi. Setelah penyelamatan dramatis, Bilqis perlahan mulai membuka cerita tentang hari-harinya di lokasi penculikan yang jauh dari rumah.
Ayahnya, Dwi Nurmas (34), mengungkapkan bahwa Bilqis kini mulai menceritakan apa yang dialaminya selama bersama para pelaku. Dengan polosnya, bocah itu menggambarkan suasana di tempat asing yang sempat dikiranya rumah baru.
“Dia cerita ada anjing, ada bayi-bayi seumuran dia. Saya tanya tidur di mana, dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikir bapak-bapak itu saya. Saya tanya makan apa, dia bilang makan mi,” tutur Dwi lirih di rumahnya di Kecamatan Rappocini, Makassar, Rabu (12/11/2025).
Bilqis Masih Alami Perubahan Sikap
Meski sudah kembali ke pelukan keluarga, Bilqis belum sepenuhnya pulih secara emosional. Dwi mengaku, perilaku putrinya kini sedikit berubah.
“Sekarang dia baik-baik saja, tapi lebih agresif. Kalau minta sesuatu suka maksa. Dulu nggak begitu,” ucapnya.
Sebelum peristiwa itu, Bilqis dikenal sebagai anak ceria dan mudah bergaul. Namun, pengalaman pahit di tangan sindikat penculik meninggalkan luka yang tak terlihat.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kini mendampingi Bilqis lewat proses trauma healing.
Kepala DP3A Makassar, Ita Isdiana Anwar, menjelaskan bahwa asesmen awal sudah dilakukan agar kondisi psikologis Bilqis bisa dipulihkan secara bertahap.
“Pendekatan dilakukan secara lembut. Kami tidak ingin memaksa anak. Ini baru tahap pertama, nanti ada konseling lanjutan,” jelas Ita.







