Akses Warga Desa Kayu Rabah Terputus, Jembatan Sementara Ambruk

Zainu menjelaskan, di kawasan tersebut sebenarnya terdapat tiga jembatan. Namun, jembatan utama yang sedang dibangun belum bisa dilalui karena masih tahap pondasi, sedangkan jembatan alternatif lain harus memutar sejauh satu pal lebih dengan kondisi jalan yang rusak parah.

“Kalau lewat jembatan satunya harus memutar cukup jauh, jalannya juga rusak. Jadi warga sekarang menggunakan perahu untuk menyeberang sementara,” tambahnya.

Akibat terputusnya jembatan ini, aktivitas warga di Desa Kayu Rabah menjadi terganggu. Jalur penghubung menuju wilayah lain tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat, sehingga menyulitkan akses masyarakat untuk beraktivitas.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk membangun kembali jembatan sementara agar mobilitas masyarakat tidak terhambat terlalu lama.

“Harapan kami semoga ada jembatan darurat lagi, biar bisa dilewati warga. Soalnya kalau terus pakai perahu, agak berisiko juga apalagi kalau arus sungainya lagi deras,” ucap Zainu.

Peristiwa ini menjadi salah satu dampak dari hujan berintensitas tinggi yang melanda wilayah pegunungan Meratus sejak Sabtu malam, yang juga menyebabkan sejumlah titik di Kecamatan Barabai tergenang air akibat meluapnya Sungai Barabai. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu