Sebelum Dihabisi di Sungai Ulin Banjarbaru, Ustazah H Terlihat Lebih Ceria dari Biasanya
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Teman dekat ustazah H, korban pembunuhan di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengungkap suasana berbeda pada hari terakhir korban sebelum dinyatakan hilang.
Hal itu disampaikan Riska Amalia saat ditemui di toko aksesoris tempat korban bekerja sampingan di Jalan Keraton, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (5/5/2026).
Riska mengatakan mengenal korban sejak 2016 saat keduanya masih bersekolah di Madrasah Aliyah Bangun Jaya.
Ia menambahkan, sempat bertemu korban pada Selasa (28/4/2026) siang, sebelum korban dilaporkan hilang.
Saat itu, menurutnya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari korban.
Bahkan, korban justru terlihat lebih ceria dibanding biasanya.
“Kada ada firasat pang. Malah sidin kayak lebih ceria pada hari-hari biasanya,” ungkap Riska.
Ia mengaku masih mengingat penampilan korban pada hari itu.
Menurutnya, korban terlihat lebih rapi dari biasanya.
“Kayak bagus banar tu datang tuh, kayak bungas banar, pakaiannya bagus banar,” kenangnya.
Tak hanya itu, korban juga membawa makanan untuk rekan-rekannya di tempat kerja.
“Datang pasti bawa makanan. Akhir-akhir saat itu membawa terus makanan ke kami,” jelasnya.
Riska mengatakan dirinya mulai merasa janggal saat korban tidak masuk kerja pada Rabu (29/4/2026).
Pasalnya, korban dikenal selalu memberi kabar jika terlambat atau berhalangan hadir.
“Biasanya izin bepadah terus. Pas hari itu kada bepadah, rasa janggal,” bebernya.
Ia kemudian bersama teman-temannya berupaya mencari korban hingga menghubungi pihak keluarga.
Namun nahas, pada Rabu (29/4/2026) malam, ustazah H ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara dan kasus tersebut kini telah diungkap polisi. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu