Katingan, Kalimantan Tengah (2018)
Salah satu yang paling menghebohkan adalah gempa Banjar (M4,8) pada Februari 2024 yang dipicu Sesar Meratus, mengakibatkan ratusan rumah rusak.
“Fakta ini membuktikan bahwa sesar-sesar di Kalimantan masih hidup dan bisa bergerak kapan saja,” lanjut Daryono memperingatkan.
Gempa Dangkal di Dekat Permukiman: Ancaman Nyata!
BMKG menyoroti bahwa gempa dangkal di area permukiman padat justru lebih berisiko menimbulkan kerusakan besar. Bukan hanya magnitudo, kualitas struktur bangunan menjadi faktor kunci dampak bencana.
“Bangunan yang tidak tahan guncangan dapat roboh meskipun magnitudo kecil,” jelas Daryono.
BMKG Serukan Mitigasi dan Edukasi Seismik untuk Kalimantan
Untuk meminimalkan risiko bencana, BMKG mendorong langkah konkret berupa:
Pemetaan rinci sesar aktif
Edukasi kesiapsiagaan masyarakat
Penguatan standar konstruksi tahan gempa
“Kalimantan memang jarang diguncang gempa besar, tapi bukan berarti aman. Mitigasi harus dilakukan agar kerusakan besar tidak terulang,” tegas Daryono.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar selalu mengakses informasi resmi melalui kanal terpercaya seperti bmkg.go.id, bukan dari sumber tidak valid.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad






