WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Publik masih diguncang oleh insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) yang melukai puluhan siswa. Kini muncul pertanyaan besar: apakah pelaku remaja berusia 17 tahun itu terpapar ideologi terorisme?
Polisi menemukan sebuah senjata mainan di lokasi kejadian — namun yang mengejutkan, pada tubuh senjata itu tertulis nama-nama pelaku teror dunia dan simbol-simbol ideologi ekstrem kanan.
Temuan Mengejutkan di Lokasi Ledakan
Dalam laporan yang dikutip dari Pakar Terorisme dan Intelijen Ridlwan Habib mengungkapkan bahwa tulisan pada senjata tersebut mencantumkan nama Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, serta seorang teroris berideologi Nazi dari Italia.
“Brenton Tarrant adalah pelaku teror di Selandia Baru dengan 51 korban tewas. Alexandre Bissonnette menyerang masjid di Kanada. Ada juga nama teroris Nazi dari Italia,” jelas Ridlwan.
Di badan senjata juga tertulis kalimat mencolok seperti “14 Words. For Agartha” dan “Brenton Tarrant. Welcome to Hell.”
Makna “14 Words” dan “For Agartha”
Tulisan “14 Words” bukan sembarang kalimat. Ungkapan ini adalah slogan ideologi supremasi kulit putih yang berbunyi:
“We must secure the existence of our people and a future for white children.”
(“Kita harus menjamin keberadaan bangsa kita dan masa depan bagi anak-anak kulit putih.”)
Slogan itu diciptakan oleh David Lane, anggota kelompok ekstrem kanan Amerika The Order, pada tahun 1980-an. Angka 14 merujuk pada jumlah kata dalam kalimat tersebut, dan kini menjadi kode identitas kelompok rasis dan neo-Nazi di berbagai negara.
