“Di Kalsel, komoditas emas memberikan andil cukup besar terhadap inflasi bulan Oktober, yakni sebesar 3,1 persen,” ujarnya.
Selain emas, Miftahul menyebutkan beberapa komoditas bahan pokok lain juga turut memengaruhi pergerakan inflasi di daerah.
“Beberapa bahan pokok seperti cabai merah dan daging ayam juga mengalami kenaikan harga. Namun, alhamdulillah untuk komoditas beras kondisinya masih relatif aman di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama kabupaten/kota dan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengantisipasi potensi inflasi menjelang akhir tahun. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







