WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus mendorong pengembangan kreativitas dan keterampilan anak usia dini melalui kegiatan berbasis seni.

Salah satunya diwujudkan lewat Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) yang dikemas dalam Festival Tari Anak bertajuk Tari Kelinci.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendopo Komplek Purnama Permai 3, Kelurahan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini melibatkan guru dan siswa dari berbagai taman kanak-kanak serta sekolah dasar.

Program ini dipimpin oleh Ketua Tim PDWA, Dr. Edlin Yanuar Nugraheni, bersama anggota tim Dr. Sri Hidayah, dan Wahyu Pratama.

Berbeda dengan festival tari pada umumnya, kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menerapkan metode Direct Instruction atau instruksi langsung.

Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajarkan gerakan tari secara bertahap dan sistematis agar lebih mudah dipahami serta diikuti.

Proses pembelajaran diawali dengan tahap orientasi dan demonstrasi, di mana dosen memperagakan setiap gerakan Tari Kelinci secara rinci.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi latihan terbimbing dengan pendampingan dosen dan mahasiswa yang memberikan arahan sekaligus koreksi gerakan secara langsung.

Setelah melalui proses latihan, para peserta kemudian menampilkan hasil pembelajaran mereka dalam festival sebagai bagian dari tahap praktik mandiri.

Ketua Tim PDWA, Dr. Edlin Yanuar Nugraheni menjelaskan, bahwa metode Direct Instruction ini dipilih karena dinilai efektif dalam membantu anak-anak mengembangkan kemampuan motorik kasar sekaligus membangun rasa percaya diri melalui aktivitas seni.

Menurutnya, pembelajaran seni untuk anak usia dini perlu didukung metode yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

“Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menari, tetapi juga melatih koordinasi tubuh, konsentrasi, serta keberanian tampil di depan umum,” ujar Edlin.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari dua akademisi internasional yang hadir untuk mengamati langsung pelaksanaan program, yakni Prof. Kenta Kishi dari Akita University of Art, Jepang, serta Prof. Louie A. Divinagracia dari Filipina.