Prof. Kenta Kishi menilai konsep pembelajaran yang diterapkan mampu menggabungkan struktur pengajaran yang jelas dengan suasana festival yang menyenangkan bagi anak-anak.

Sementara itu, Prof. Louie A. Divinagracia menyebut program tersebut sebagai contoh nyata pengabdian masyarakat yang berdampak langsung terhadap pengembangan karakter dan keterampilan anak melalui seni pertunjukan.

Festival ditutup dengan penampilan massal Tari Kelinci yang dibawakan seluruh peserta.

Penampilan tersebut menjadi puncak kegiatan sekaligus menunjukkan hasil pembelajaran yang telah diterima anak-anak selama mengikuti program.

Melalui kegiatan ini, PSP FKIP ULM berharap seni pertunjukan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pendidikan yang mampu mendukung perkembangan motorik, kreativitas, dan karakter anak sejak usia dini. (wartabanjar.com/iqnatius)

Editor: Yayu