WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pasca insiden Makanan Bergizi Gratis (MBG) berbelatung yang sempat membuat heboh, aktivitas belajar di SMPN 10 Banjarbaru kini berjalan normal dan kondusif.

Kepala Sekolah SMPN 10 Banjarbaru, Moh. Zaid Setiawan, memastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa tanpa gangguan berarti.

“Alhamdulillah, sejak Senin hingga hari ini kegiatan belajar mengajar berjalan baik. Anak-anak juga tidak menunjukkan gejala yang dikhawatirkan pasca kejadian Jumat lalu,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Zaid menjelaskan, pihak sekolah saat ini masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan terkait kelanjutan distribusi paket MBG. Pasalnya, pihak penyedia makanan yakni Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) sedang menjalani proses evaluasi dan sertifikasi ulang usai temuan makanan tak layak konsumsi tersebut.

“Untuk sementara distribusi MBG dihentikan dulu karena SPPG-nya masih dievaluasi dan menunggu sertifikasi. Kami belum tahu kapan bisa beroperasi kembali,” jelasnya.

Meski distribusi MBG dihentikan sementara, pihak sekolah berkomitmen memperketat pengawasan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jika program MBG kembali berjalan, tim sekolah, khususnya tim piket MBG, akan melakukan pemeriksaan lebih teliti. Sebelum makanan dibagikan ke siswa, kami pastikan benar-benar layak konsumsi,” tegas Zaid.

Terkait kondisi siswa, Zaid mengungkapkan hanya sebagian kecil yang terdampak secara psikologis akibat sempat memakan makanan yang mengandung belatung.

“Hanya sebagian kecil siswa di dua kelas VII dan VIII, itu pun tidak semua. Ada yang sempat shock karena sudah terlanjur memakan sebagian makanannya,” ujarnya.

Ia berharap, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi pihak penyedia agar lebih memperhatikan standar kebersihan dan pengolahan makanan ke depannya.

“Program MBG ini sangat membantu siswa. Kami berharap ke depan pihak SPPG lebih teliti dan menjaga kebersihan dalam proses memasak. Dengan begitu, anak-anak bisa menikmati manfaatnya dengan aman,” tutupnya.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur muhammad