WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pembalap Red Bull, Max Verstappen, menegaskan bahwa manuver agresifnya terhadap pembalap Ferrari Lewis Hamilton di awal balapan GP Mexico City bukanlah pelanggaran. Ia menyebut aksinya itu masih dalam batas aturan yang berlaku di Formula 1.

Insiden tersebut terjadi di tikungan pertama Autodromo Hermanos Rodriguez, Senin (27/10) pagi WIB, ketika Verstappen mencoba menyalip Hamilton dari sisi dalam untuk memperebutkan posisi ketiga. Kedua mobil hampir bersentuhan, namun Verstappen berhasil mengamankan posisi dengan sedikit memotong trek.

Hamilton sempat membalas dengan mencoba menyalip lewat sisi luar di tikungan keempat, tapi usahanya gagal. Meski begitu, duel keduanya menjadi salah satu momen paling menarik sepanjang balapan.

“Aturan memungkinkan kami melakukan hal-hal seperti itu dalam balapan sekarang. Orang bisa setuju atau tidak, tapi itulah aturan,” kata Verstappen, dikutip dari laman resmi Formula 1, Senin.

Pembalap asal Belanda itu akhirnya finis di posisi ketiga, setelah bertarung ketat tidak hanya dengan Hamilton, tetapi juga menghadapi tekanan dari Ollie Bearman (Haas) dan George Russell (Mercedes).

Podium tersebut menjadi hasil penting bagi Verstappen, yang kini menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan selisih 36 poin dari pemuncak klasemen, Lando Norris (McLaren), yang mengumpulkan 357 poin.

Menurut Verstappen, performa Red Bull di Meksiko menunjukkan peningkatan, meski mobilnya masih kalah cepat dibandingkan McLaren.

“Kami punya akhir pekan yang sulit, tapi hasil ini positif. Mobilnya cukup kompetitif, meski belum secepat McLaren. Saya tidak menyangka bisa naik podium hari ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Verstappen akan kembali beraksi di GP Brasil yang digelar pada 10 November mendatang. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar