WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Mantan juara dunia kelas welter (66,6 kg) World Boxing Association (WBA), Jaron “Boots” Ennis, kembali menunjukkan taringnya di atas ring. Petinju asal Philadelphia itu mencetak kemenangan technical knockout (TKO) atas Uisma Lima dalam waktu kurang dari dua menit pada laga perebutan gelar juara kelas welter super interim WBA, yang digelar di Wells Fargo Center, Philadelphia, Senin (14/10) waktu Indonesia.

Pertarungan yang disiarkan melalui kanal YouTube DAZN itu berlangsung singkat namun eksplosif. Sejak bel ronde pertama berbunyi, Ennis langsung tampil agresif dan menunjukkan kekuatannya di kelas barunya, welter super (154 pon).

Tak butuh waktu lama, Ennis dua kali menjatuhkan Lima sebelum wasit menghentikan pertarungan tepat di menit 1:58 ronde pertama.

Pukulan uppercut kanan tajam menjadi pembuka bencana bagi Lima, yang kemudian menerima kombinasi serangan brutal dari Ennis hingga tak mampu melanjutkan laga — kekalahan TKO pertama dalam kariernya.

“Ini adalah divisi saya. 154 pon adalah milik saya,” ujar Ennis dengan penuh percaya diri setelah pertandingan.

Kemenangan ini menjadi debut sempurna bagi Ennis di kelas berat baru setelah sebelumnya tak terkalahkan di kelas welter, dengan catatan 35 kemenangan tanpa satu pun kekalahan. Petinju berusia 28 tahun itu sebelumnya menyatukan dua sabuk juara kelas welter pada April lalu dan kini mengincar dominasi total di kelas yang lebih tinggi.

“Aku ingin bertarung melawan Vergil Ortiz selanjutnya,” tantang Ennis.

Namun, jika Ortiz kalah dari Erickson Lubin, Ennis menyatakan siap menghadapi siapa pun, termasuk Lubin. Tak hanya itu, ia juga menaruh minat untuk menantang Xander Zayas, juara WBO asal Puerto Rico, di Madison Square Garden tahun depan.

“Saya ingin jadi juara tak terbantahkan dan mengumpulkan semua sabuk ini,” tegas Ennis, menutup malam gemilangnya di hadapan publik sendiri.

Dengan performa eksplosif tersebut, Ennis membuktikan bahwa kenaikan kelas berat bukan penghalang, melainkan panggung baru untuk menegaskan dirinya sebagai salah satu petinju paling berbahaya di dunia saat ini. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)