Suprapti Tri Astuti Siap Gaspol! Bappeda Kalsel Fokus Genjot Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dengan semangat baru dan visi besar untuk Banua, Suprapti Tri Astuti, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan yang baru dilantik, menegaskan komitmennya untuk membawa Kalsel menuju pembangunan yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Ditemui awak media di Banjarbaru, Senin (13/10/2025), Suprapti tak menutupi rasa bangganya atas kepercayaan besar yang diberikan oleh Gubernur Kalsel.
“Saya benar-benar excited, ini sesuatu yang luar biasa. Dari kabupaten ke provinsi, tentu tanggung jawabnya lebih besar. Saya bersyukur atas kepercayaan Pak Gubernur untuk menduduki posisi strategis ini,” ucapnya penuh semangat.
Fokus Utama: Ekonomi, Efisiensi, dan Pembangunan Berkelanjutan
Sebagai putri daerah Kalsel, Suprapti bertekad menggerakkan seluruh potensi lokal agar roda ekonomi Banua terus berputar.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menyesuaikan program prioritas di tengah turunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Dampak penurunan TKD tentu terasa di seluruh provinsi. Kami di Bappeda akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk memastikan program yang berjalan benar-benar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
BACA JUGA: Harga Bahan Pokok Disorot! Satgas Pangan Polda Kalsel Geruduk Pasar Kalindo untuk Cari Hal Ini
Ia menegaskan, pengurangan kegiatan akan dilakukan secara selektif, hanya untuk program yang dinilai tidak memberikan efek signifikan bagi pembangunan daerah.
Meski berlatar belakang dari bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Suprapti menegaskan bahwa fokus Bappeda di bawah kepemimpinannya tidak terbatas pada infrastruktur fisik semata.
“Yang penting adalah bagaimana menggerakkan seluruh potensi daerah agar ekonomi tumbuh. Kalau ekonomi bergerak, kemiskinan akan berkurang, pendidikan meningkat, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) otomatis naik,” tegasnya.
Suprapti menilai, pembangunan fisik hanyalah salah satu instrumen untuk mendorong kemajuan daerah. Di sisi lain, sektor sosial, ekonomi kreatif, pendidikan, dan kesehatan juga harus digarap secara seimbang.
“Infrastruktur penting, tapi pembangunan sejati harus menyentuh masyarakat secara menyeluruh — dari ekonomi hingga kualitas hidup,” tandasnya.