WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Kasus penyakit influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Banjarbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Data Sistem Kewaspadaan Dini Respon (SKDR) mencatat lonjakan dari kasus Influenza Like Illness (ILI) di minggu ke-38 mencapai 24 kasus, meningkat menjadi 39 kasus di Minggu ke-39.

Sedangkan ISPA, semula 1.245 kasus pada Minggu ke-38 menjadi 1.433 kasus pada Minggu ke-39 atau hingga 27 September 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Erni Syafrida, mengungkapkan kondisi ini dipicu oleh perubahan iklim yang ekstrem dan kualitas udara yang memburuk akibat urbanisasi serta polusi kendaraan bermotor.

"Perubahan suhu yang mendadak dan kelembaban yang tidak stabil membuat sistem kekebalan tubuh rentan, sehingga meningkatkan risiko penularan virus influenza dan infeksi saluran pernapasan," jelas Erni, Kamis (9/10/2025).

BACA JUGA: TAKBIR MENGGELEGAR DI GAZA! Gencatan Senjata Israel-Hamas Disepakati, Warga Rayakan Perdamaian Bersejarah

Influenza umumnya ditandai dengan demam di bawah 37 derajat Celsius dan batuk yang berlangsung selama sekitar 10 hari.

Faktor mobilitas penduduk yang tinggi juga turut mempercepat penyebaran virus ini.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat memperkuat daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, dan rutin berolahraga.

Selain itu, penggunaan masker bagi yang sedang sakit maupun untuk menghindari paparan debu dan asap sangat dianjurkan.

"Bagi kelompok rentan seperti penderita penyakit penyerta, imunisasi influenza juga sangat penting dilakukan sebagai langkah proteksi,” tambah Erni.

Tak hanya itu, upaya edukasi juga terus digalakkan oleh seluruh fasilitas layanan kesehatan melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media sosial hingga talkshow di radio dan penyebaran video edukasi di tempat-tempat umum.

"Kami ingin memastikan informasi pencegahan ini sampai ke masyarakat luas agar kasus tidak semakin melonjak," tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu