WARTABANJAR.COM, HONG KONG – Kepanikan melanda warga Hong Kong dan Shenzhen jelang kedatangan Topan Ragasa yang diprediksi membawa angin dahsyat hingga 220 km/jam. Supermarket diserbu, rak-rak sayur, roti, dan bahan pokok ludes hanya dalam beberapa jam!

Fenomena panic buying terjadi sejak Senin malam (23/9), saat warga mulai memborong kebutuhan darurat. Di Distrik Bao’an, Shenzhen, rak daging dan sayuran nyaris kosong. Bahkan roti sudah habis sejak tengah hari, menurut laporan AFP.

“Pasti ada rasa khawatir,” ujar Zhu Yifan (22), mahasiswa yang ikut antre di supermarket.

Kondisi ini disebut mirip dengan saat Topan Hato (2017) dan Mangkhut (2018) melanda. Pemerintah Hong Kong memperingatkan potensi kerusakan besar dan kenaikan air laut hingga 5 meter di wilayah pesisir.

Sebanyak 400 ribu warga Shenzhen telah diperintahkan untuk evakuasi. Pemerintah juga membagikan karung pasir kepada warga di daerah rendah untuk memperkuat rumah mereka.

“Ragasa bisa jadi ancaman serius bagi Hong Kong,” tegas Eric Chan, pejabat pemerintah setempat.

Sementara itu, Makau turut bersiap menghadapi dampak topan dengan penutupan sekolah dan rencana evakuasi massal.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad