WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama-nama muda mulai mencuri perhatian di Formula 1 musim 2025. Di Grand Prix Azerbaijan, Sabtu (20/9), Liam Lawson tampil sebagai sorotan usai merebut posisi ketiga dalam sesi kualifikasi, mengungguli dua pembalap Mercedes, Kimi Antonelli dan George Russell.
Lawson mencatatkan waktu 1 menit 41,707 detik, hanya terpaut tipis dari Carlos Sainz di posisi kedua. Hasil ini menjadikannya satu-satunya pembalap muda yang mampu menembus barisan tiga besar, di tengah dominasi nama-nama besar seperti Max Verstappen dan Sainz.
Kejutan Lawson seakan menjadi simbol bangkitnya generasi baru Formula 1. Tak hanya Lawson, Kimi Antonelli (Mercedes) dan Isack Hadjar juga menunjukkan potensi besar. Antonelli menempati posisi keempat, sementara Hadjar mengunci posisi kedelapan meski baru menjalani musim debut penuh di F1.
Kehadiran generasi muda ini memanaskan persaingan F1. Lawson dan Antonelli, misalnya, sudah sering dibandingkan sebagai penerus bintang senior. Sementara Hadjar membawa warna baru sebagai pembalap Prancis keturunan Maroko yang sukses menembus tim papan tengah.
Dominasi Verstappen memang belum tergoyahkan, tetapi catatan kualifikasi di Baku menjadi bukti bahwa jarak dengan para pembalap muda semakin menipis. Bahkan, jika kondisi balapan di jalanan kota Baku berlangsung penuh insiden, peluang mereka meraih podium terbuka lebar.
Kebangkitan generasi muda ini disambut positif oleh penggemar F1. Mereka menilai Lawson, Antonelli, dan Hadjar bisa membawa persaingan lebih segar dalam beberapa musim ke depan, sekaligus jadi ancaman serius bagi nama-nama mapan seperti Verstappen, Russell, hingga Leclerc. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







