WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Laut tidak hanya berfokus pada donor darah, tetapi juga mengemban tugas kemanusiaan yang lebih luas hingga ke kancah internasional.
Hal tersebut mengemuka dalam acara Gala Dinner Kemanusiaan dalam rangka memperingati HUT ke-80 PMI yang digelar di Aula Sarantang Saruntung, Angsau, Pelaihari, pada Jumat (19/9/2025) malam.
Acara yang berlangsung meriah tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tanah Laut HM Zazuli, perwakilan PMI Kalsel, unsur Forkopimda, anggota DPRD, seluruh perwakilan SKPD Tanah Laut, lembaga usaha, para relawan, serta tamu undangan lainnya.
Momen ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan bagi para pahlawan kemanusiaan, mulai dari pendonor darah 10 dan 25 kali, sponsor, hingga dua pendonor terbanyak yang masing-masing mendapatkan voucher belanja senilai Rp 500.000.
Ketua PMI Tanah Laut, Syahrian Nurdin, dalam sambutannya menegaskan bahwa citra PMI yang identik dengan donor darah perlu diluruskan. Ia memaparkan berbagai kiprah PMI Tanah Laut dalam penanganan kebencanaan yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat luas.
“Rata-rata warga masyarakat mengetahui PMI itu menyangkut dengan persoalan donor darah biasanya seperti itu saja.
Tetapi sebenarnya tugas yang diemban oleh PMI itu tidak hanya menyangkut persoalan ketersediaan darah di sebuah kabupaten, tetapi juga menyangkut hal yang lebih luas yaitu terkait dengan persoalan kebencanaan,” ungkap Syahrian Nurdin.
Ia membeberkan bukti nyata eksistensi PMI Tanah Laut di berbagai level. “Kita Alhamdulillah Kabupaten Tanah Laut di dalam kebencanaan baik dalam skala lokal, regional, nasional, bahkan internasional kita selalu berkiprah.
Ketika terjadi kebanjiran di Tanah Laut, PMI secara maksimal bergerak. Dalam skala provinsi ketika terjadi kebakaran hebat di Kotabaru, kita juga melakukan kegiatan.
Dalam skala nasional kita PMI Kabupaten Tanah Laut menurunkan tim ketika terjadi gempa ke Palu dan terakhir ke Cianjur.







