Wabup Tabalong Tutup Bazaar UMKM Adaro Spectapreneur 6.0: Sambal Tembus Dubai!

“Kami memilih UMKM karena sektor ini paling relevan dengan pertumbuhan ekonomi. Pelaku usaha harus inovatif, berdaya saing, dan punya mental tahan banting,” tegas Wahyu.

Ia juga mengingatkan bahwa persaingan tidak hanya soal harga. “Kualitas produk, pelayanan, dan inovasi adalah kunci bertahan di pasar,” katanya.

Kisah sukses datang dari Fariz, Owner Dapur Sasa, salah satu UMKM binaan Adaro Spectapreneur. Ia mengaku usahanya bangkit setelah sempat terpuruk.

“Alhamdulillah, setelah ikut program ini, produk sambal kami sudah mulai berkembang bahkan bisa menembus pasar internasional, sampai ke Dubai dan Mekah,” ungkap Fariz penuh syukur.

Ia berharap dukungan nyata terus diberikan, terutama dalam akses pendanaan ringan, perizinan BPOM, hingga sertifikasi halal.

Penutupan Adaro Spectapreneur 6.0 bukan sekadar akhir sebuah bazaar, tetapi titik awal lahirnya optimisme baru. Dengan dukungan pemerintah daerah, komitmen Adaro, dan semangat pantang menyerah pelaku UMKM, Tabalong siap melahirkan produk-produk lokal yang mampu menembus pasar global.(wartabanjar.com/HRD)

editor: nur muhammad