WARTABANJAR.COM, MARABAHAN - Tumpukan sampah di trotoar Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala (Batola) beberapa hari ini menuai sorotan. Pasalnya tumpukan sampah ini selalu muncul tiap harinya, dan ironisnya di lokasi yang ditumpuki sampah tersebut sudah diberikan papan pengumuman atau plang larangan agar tidak membuang sampah di lokasi tersebut. Apalagi lokasi tumpukan sampah ini berada di kawasan Jalan Nasional, yang tentu saja membuat pemandangan menjadi kurang nyaman. Baca Juga Inafis Polres Banjarbaru Ungkap Stop Kontak Jadi Pemicu Kebakaran Rumah di Guntung Manggis Namun meskipun demikian, masih saja ada oknum masyarakat yang membuang sampah di lokasi tersebut. Dan kondisi ini pun sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Bahkan tidak hanya di satu titik saja, karena beberapa titik lainnya di ruas jalan ini juga muncul tumpukan-tumpukan sampah di trotoar. Kondisi ini pun juga menjadi sorotan tajam salah seorang akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Nasrullah. Melalui akun facebooknya Nasrullah Bakumpai, antropolog asal Batola ini pun membuat postingan foto-foto tumpukan sampah tersebut. Selain itu Nasrullah juga membuat tulisan pendek dengan judul 'Surat Pendek Kepada Bupati Batola'. "Cabut papan pengumuman larangan membuang sampah di sepanjang Jalan Trans Kalimantan. Tidak ada gunanya Perda Kabupaten Batola Nomor 8 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah karena sampah tetap dibuang di bawah papan pengumuman larangan membuang sampah," tulisnya. "Ganti dengan kain kuning menunjukkan tempat itu sakral, keramat, ada orang halus penunggunya," tegasnya. Sementara itu dari pantauan pada Selasa (9/9/2025) sore, tumpukan sampah di beberapa titik di Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti ini masih terlihat. Meskipun tumpukan sampah tidak terlalu banyak, namun cukup mengganggu pemandangan.(Wartabanjar.com/Frans) Editor Restu