WARTABANJAR.COM, YAMAN – Sebuah pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari Yaman menghantam Bandara Ramon, Israel selatan, pada Minggu (7/9/2025), melukai seorang pria berusia 63 tahun. Korban saat ini mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi ringan, sepenuhnya sadar, dengan luka pecahan peluru di anggota tubuhnya. Layanan darurat Magen David Adom Israel menegaskan, paramedis segera menangani korban di lokasi. Operasi di Bandara Ramon dihentikan sementara akibat insiden tersebut. Kronologi Serangan Militer Israel menyebutkan serangan ini adalah drone keempat yang diluncurkan dari Yaman dalam hitungan menit. Tiga drone sebelumnya berhasil dihentikan atau dicegat sebelum memasuki wilayah udara Israel. Drone terakhir jatuh di area ruang kedatangan Bandara Ramon, meskipun tidak ada sirene yang dibunyikan. BACA JUGA:WALI KOTA BANJARMASIN Berjoget Pacu Jalur di Sungai Martapura, Netizen Heboh Lihat Aksi Apik HM Yamin Serangan ini terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran bersumpah membalas kematian perdana menteri mereka dalam serangan udara Israel beberapa minggu lalu. Hizam al-Assad, anggota biro politik Houthi, menulis di X: “Balas dendam yang sebenarnya bahkan belum dimulai… Apa yang menanti Anda akan jauh lebih buruk.” Israel membunuh kepala pemerintahan Houthi beserta 11 pejabat senior lainnya dalam serangan udara dua minggu lalu. Serangan Minggu (7/9) menjadi serangan pertama Houthi terhadap target strategis Israel sejak serangan rudal dari Yaman ke Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, pada Mei. Sejak konflik Gaza pecah pada Oktober 2023, Houthi menyatakan dukungan untuk Palestina dan secara berkala melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel. Israel merespons dengan serangan balasan ke Yaman, menargetkan pelabuhan, pembangkit listrik, dan bandara internasional di Sanaa. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan mengancam Houthi dengan "10 tulah Mesir" yang disebutkan dalam Alkitab, menandai eskalasi ketegangan yang semakin memanas. Serangan drone dari Yaman yang menghantam Bandara Ramon menegaskan bahwa konflik Israel-Houthi terus memanas, dengan potensi dampak regional yang signifikan. Keamanan sipil menjadi sorotan utama, sementara dunia internasional memantau eskalasi terbaru ini dengan cermat.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad