4 Korban Meninggal Dunia di Insiden Majelis Taklim Ambruk di Bogor
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BOGOR - Majelis taklim ambruk saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (7/9/2025).
Data sementara BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan, empat orang meninggal dunia dan 85 orang luka-luka akibat kejadian ini.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk pembangunan kembali musala dan Rp50 juta untuk pembangunan majelis taklim.
Baca Juga
Rumah Roboh di Alamanda Residence Handil Bakti
“Semoga musala dan majelis taklim ini dapat segera dibangun kembali dan dimanfaatkan untuk aktivitas ibadah masyarakat,” ujar Menag di Jakarta, Senin (8/9/2025).
Bangunan Majelis Taklim Ashobiyyah yang baru rampung sebulan lalu itu terdiri atas dua lantai: bagian bawah difungsikan sebagai musala, sedangkan bagian atas sebagai ruang majelis taklim.
Namun, bangunan tersebut ambruk sekitar pukul 09.30 WIB ketika jamaah tengah mengikuti pengajian peringatan Maulid Nabi. Tiang penyangga tidak mampu menahan beban sehingga lantai atas roboh dan menimpa jamaah.
Akibat insiden ini, puluhan jamaah mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Mendapatkan informasi tersebut, Menag pun langsung menjenguk korban di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor dan RSUD Kota Bogor.
“Saat saya menjenguk, ada 21 orang yang dirawat di PMI Bogor dan 38 lainnya di RSUD Kota Bogor,” jelasnya.
Selain korban luka, beberapa jamaah dilaporkan wafat. Menag menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam.
“Kita doakan semoga husnul khatimah. Mereka wafat saat mengaji dan memperingati Maulid Nabi, insyaallah mendapat syafaat Rasulullah SAW,” ungkap Nasaruddin Umar.
Terkait biaya perawatan, menurut informasi Kepala Kantor Kemenag Bogor, seluruh korban akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban.
“Semoga tragedi ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kualitas pembangunan rumah ibadah agar aman digunakan jamaah,” kata Menag. (Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu