WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Langit Banjarbaru menjadi saksi antusiasme warga yang memadati Lapangan dr. Murjani untuk menyaksikan fenomena langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9/2025) malam. Kegiatan pengamatan ini diselenggarakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang melihat keindahan langit malam, tetapi juga sarat dengan edukasi. Tim BMKG memberikan penjelasan ringkas mengenai proses terjadinya gerhana bulan total dan pentingnya memahami fenomena langit sebagai bagian dari sains atmosfer. Suasana kian hidup dengan adanya sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh warga. Beberapa peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Salah satu pengunjung, Ahmad Asrori, mengaku datang khusus untuk menyaksikan langsung momen langka ini. Ia merasa senang melihat tingginya minat masyarakat terhadap astronomi. "Warga Banjarbaru ternyata sangat antusias. Saya senang bisa berada di tengah-tengah mereka yang sama-sama punya rasa penasaran terhadap langit," ujarnya. Asrori menyebut ketertarikannya pada dunia astronomi sudah dimulai sejak usia 20 tahun. Fenomena langit seperti bintang, meteorit, hingga gerhana selalu memikat perhatiannya. "Dunia astronomi itu luas dan menyenangkan. Saya memang hobi mengamatinya," imbuhnya. Asrori bahkan rela menunggu hingga larut malam demi menyaksikan awal gerhana yang diperkirakan terjadi pada pukul 23.26 WITA. Menariknya, fenomena seperti ini bukan kali pertama baginya, Asrori juga pernah mengikuti pengamatan gerhana matahari pada tahun 2017. Menurutnya, setiap momen langit memiliki keunikan tersendiri yang membuat pengalaman pengamatan tak pernah membosankan. "Selalu ada rasa takjub setiap kali melihat fenomena alam seperti ini. Rasanya asik dan bikin ketagihan," pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan) Editor: Andi Akbar