Video Evakuasi Jasad Korban Helikopter Hilang di Mantewe Viral, Baru 5 Jenazah Dievakuasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Evakuasi korban helikopter hilang kontak di Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu terus dilakukan tim SAR gabungan, Kamis (4/9).
Dalam video terkini yang diterima wartabanjar.com, tim SAR gabungan terlihat mengevakuasi jasad dengan menggunakan tandu kayu.
Diketahui sudah lima jenazah yang berhasil dievakuasi keluar dari hutan tempat jatuhnya helikopter.
Baca Juga
Kecelakaan Maut di Kertak Hanyar, Diduga Melibatkan Sepeda Motor dan Mobil
Tersisa tiga kantong jenazah yang diperuntukkan bagi jasad korban. Namun evakuasi dilanjutkan, jika cuaca mendukung.
RS Bhayangkara Kerahkan Tim Ante Mortem Untuk Identifikasi Korban Helikopter Jatuh di Tanah Bumbu
Sebelumnya Kabiddokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad El Yandiko mengatakan jenazah dalam perjalanan ke RS Bhayangkara, Kamis (4/9).
“Saat ini masih dalam perjalanan, diperkirakan 3 jam lagi akan menyampai di Banjarmasin,” ungkap Yandiko.
Untuk mengidentifikasi korban, jelas Yandiko, pihaknya telah menyiapkqn tim Ante Mortem, untuk membantu proses penyelidikan.
“Tim Ante Mortem ini tugasnya untuk mengumpulkan data korban, dan ciri khas, serta petunjuk-petunjuk yang nantinya kita butuhkan pada saat pemeriksaan,” jelas Yandiko.
“Jadi hasil datanya nanti akan gabungkan dan dicocokan dengan data tim rekonsiliasi. Setelqh itu kita bisa memberikan hasil identifikasi dari masing-masing korban,” lanjutnya.
Terkait waktu prosesnya, papar Yandiko, masih beluk dapat dipastikan atau relatif, tergantung dengan kondisi korbannya.
“Semakin cepat kita mencocokkan datanya, dan semakin cepat kita mendapatkan kecocokannya, maka semakin cepat juga kita dapat mengidentifikasi korban,” papar Yandiko.
“Dan apabila kerusakannya cukup tinggi sehingga prosesnya sulit, maka kita akan mencocokkannya dengan data yang sangat spesifik, yaitu DNA,” sambungnya.
Ia menuturkan, untuk proses identifikasi dengan menggunakan DNA ini juga tidak bisa dipastikan waktu prosesnya, tergantung dengan kondisi korban.
“Kalau kondisinya sudah ada pembusukan, kerusakan jaringan seperti terbakar yang cukup luas, mungkin akan makan waktu yang lebih lama, karena selnya harus dibiakkan lagi,” tuturnya.
“Kalau melihat dari foto yang didapat dari lapangan, untuk kesimpulan sementara korban mengalami kerusakan yang sedang, jadi tingkat kesulitannya itu mengarah sedang,” tambahnya.
Selain itu, kata Yandiko, karena ini juga menyangkut warga negara asing (WNA), pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mempermudah proses penyelidikan.
“Tentu kita akan berkoordinasi dengan pihak imgrasi, karena 3 orang korban diantaranya yaitu WNA,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu