Pemerintah: Tidak Ada Intervensi
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memastikan pemerintah tidak meminta TikTok untuk menonaktifkan fitur Live. Menurutnya, keputusan itu murni dilakukan TikTok secara sukarela.
“Negara terbuka terhadap aspirasi masyarakat. TikTok sendiri yang menutup sementara Live, kami justru berharap tidak lama karena banyak UMKM yang bergantung pada fitur ini,” ujar Meutya.
Waspada Provokasi Lewat Live TikTok
Meski demikian, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan soal potensi provokasi. Ia menyebut ada kasus penjarahan yang disiarkan langsung lewat TikTok dan berisiko memperkeruh keadaan.
“Menjarah juga ada yang live. Live-nya pakai TikTok. Ini rawan sekali memicu provokasi,” tegas Tito.
Ia pun mendorong pemerintah daerah memanfaatkan TikTok untuk konten edukasi, sosialisasi bantuan sosial, hingga imbauan yang menyejukkan.
Kembalinya fitur Live TikTok ini pun jadi sorotan warganet yang sempat geram karena empat hari tak bisa mengaksesnya. Kini, kreator hingga pedagang online bisa bernapas lega kembali.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad






