WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sebuah momen yang bikin publik terheran terjadi Selasa (2/9/2025) siang. Bertepatan dengan keberangkatan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing, China untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping, fitur Live TikTok yang sempat hilang selama empat hari akhirnya bisa digunakan lagi di Indonesia.
Sebelumnya, sejak 30 Agustus 2025, ikon Live TikTok dibekukan dan hanya menampilkan notifikasi “Unstable connection”. Langkah ini disebut sebagai upaya pengamanan setelah meningkatnya aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Namun kini, pengguna kembali bisa menonton siaran langsung hingga melakukan live streaming. Sejumlah UMKM dan konten kreator langsung memanfaatkan momen ini untuk berjualan, bahkan menyiarkan suasana di sekitar Gedung DPR RI.
TikTok Milik Perusahaan China
TikTok dimiliki oleh ByteDance, sebuah perusahaan teknologi Tiongkok yang didirikan oleh pengusaha Zhang Yiming. ByteDance mengembangkan TikTok untuk pasar internasional, sementara Douyin adalah versi yang sama untuk pasar Tiongkok. Perusahaan ini dimiliki oleh para pendiri dan investor Tiongkok serta global, termasuk karyawan
Ada Sistem Pengamanan Tambahan
Manajemen TikTok membenarkan kabar ini. Menurut Juru Bicara TikTok, pengaktifan kembali fitur Live dilakukan demi memberikan pengalaman yang lengkap bagi pengguna.
“Kami telah mengaktifkan kembali layanan livestream di Indonesia agar para pengguna dapat memiliki pengalaman TikTok yang lengkap. Bersamaan dengan itu, kami menambahkan pengamanan ekstra,” ujar pihak TikTok.
TikTok juga menegaskan akan terus memantau situasi Indonesia dan berkomitmen menjaga agar platform tetap menjadi ruang aman, beradab, dan ramah ekspresi.







