WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Ribuan warga Desa Panggung, Pelaihari, memadati halaman Kantor Desa Panggung pada Sabtu (30/08/2025) sore. Mereka berkumpul untuk menyaksikan perhelatan akbar: lomba panjat pinang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 28 batang pinang, sumbangan dari warga dan berbagai pihak, berdiri kokoh, menantang para peserta untuk menaklukkan puncaknya. Lomba panjat pinang ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Achmad Taufik, yang mewakili Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto. Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa panjat pinang bukan sekadar ajang hiburan, melainkan cerminan nilai-nilai perjuangan. "Untuk mencapai puncak dan meraih hadiah, para peserta harus saling bahu-membahu, berstrategi, serta penuh semangat sebagaimana perjuangan para pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan," ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat jiwa gotong royong di tengah masyarakat. Menurut Ngatijo, Ketua Pelaksana, kegiatan ini bisa terselenggara berkat kolaborasi seluruh warga dan berbagai pihak. “Alhamdulillah hari ini lancar. Kegiatan ini dimodifikasi seluruh warga Panggung dan dimonitor oleh para RT. Setiap pinang itu sumbangan dari warga,” jelasnya. Ia merinci, dari total 28 batang pinang, 24 di antaranya berasal dari sumbangan 24 RT, sementara sisanya merupakan kontribusi dari Politala, Brigade Pangan, BPD Panggung, dan Pemerintah Desa. Ngatijo juga memaparkan bahwa lomba panjat pinang ini menjadi puncak dari serangkaian acara yang telah digelar sejak awal Agustus. "Kemarin ada lomba catur tanggal 1-4, tanggal 5-10 bulu tangkis terus tanggal 10 voli perempuan sampai tanggal 20, 21 voli laki-laki sampai tanggal 25," paparnya. Rangkaian acara perayaan HUT RI di Desa Panggung akan berlanjut keesokan harinya dengan kegiatan senam pagi, jalan santai, tarik tambang, dan lomba balap karung. Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Panggung, Febrian, mengungkapkan bahwa lomba panjat pinang ini sudah menjadi tradisi selama lima tahun terakhir. "Alhamdulillah Desa Panggung bisa melaksanakan kegiatan panjat pinang ini selama 5 tahun dan itu sudah menjadi tradisi. Semoga keberlanjutan ini tetap bisa diteruskan pemerintah desa seterusnya," harapnya. Lebih lanjut, Febrian menyoroti manfaat ekonomi dari kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa warga setempat diberi kesempatan untuk berjualan di sekitar area perlombaan, yang secara tidak langsung membantu perekonomian mereka. "Masyarakat antusiasnya senang menghibur, kami selalu meningkatkan agar bisa terus bermanfaat untuk masyarakat," tambahnya. Febrian menegaskan bahwa secara teknis, pelaksanaan panjat pinang tahun ini tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan komitmen Desa Panggung untuk mempertahankan tradisi yang menjadi simbol persatuan dan gotong royong. "Kita akan terus untuk tahun-tahun berikutnya," tutupnya, menegaskan tekad untuk melestarikan warisan budaya yang penuh makna ini. (Wartabanjar.com /Gazali) Editor: Andi Akbar