WARTABANJAR.COM, BARABAI – Penemuan kerangka7 manusia di kawasan hutan Desa Tandilang, Kecamatan Batang Alai Timur (BAT), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian, Sabtu (30/8/2025). Korban yang ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan menyisakan kerangka tubuh ini dipastikan merupakan seorang laki-laki berinisial Nr, warga Desa Wawai Gardu RT 02 RW 03, Kecamatan Batang Alai Selatan, HST. Penemuan Mengejutkan di Perkebunan Karet Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang tengah melintas di area perkebunan karet pada pukul 09.00 WITA. Menurut Aiptu M Husaini, Kasubsi PIDM Humas Polres HST, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. "Korban ditemukan dalam keadaan sudah membusuk dan hanya tersisa kerangka tubuh," ujar Husaini. BACA JUGA:BONGKAR Garasi Ahmad Sahroni! Punya Kekayaan Rp 328,9 M, Ada Porsche Rp 14 M hingga Harley-Davidson Sultan Keterangan Keluarga Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa korban sudah hilang sejak 16 Juli 2025. Keluarga korban pun mengenali jenazah yang ditemukan melalui pakaian berupa sarung yang biasa dikenakan korban. Menurut keterangan keluarga, korban diduga mengalami kelaparan karena memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Warga sekitar juga mengungkapkan bahwa korban sering terlihat berjalan-jalan di sekitar kantor kecamatan sebelum akhirnya hilang dan memasuki hutan. "Dari keterangan warga, korban sering terlihat berjalan tanpa tujuan, bahkan sering masuk ke hutan, yang akhirnya membawa dia ke lokasi penemuan," jelas Husaini. Penolakan Keluarga terhadap Otopsi Pihak kepolisian dari Polsek Batang Alai Selatan bersama Satreskrim Polres HST sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian ini. Namun, keluarga korban menolak dilakukan tindakan medis otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. "Kami sudah menangani kasus ini sesuai prosedur yang berlaku. Karena keluarga menolak otopsi, jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan," pungkas Husaini. Dengan terungkapnya identitas korban, pihak kepolisian menghentikan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kematian korban, dan menghormati keputusan keluarga.(wartabanjar.com/Adew) editor: nur muhammad