WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Upaya pemerintah menghadapi kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ternyata menimbulkan masalah baru. Di saat sebagian wilayah terselamatkan dari kekeringan, sejumlah petani di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, justru menjerit karena gagal panen akibat curah hujan buatan yang terus-menerus mengguyur.
Petani Serba Salah: Panen Mentah atau Habis Dimakan Hama
Ketua Gapoktan Karya Bakti Palam, Yansah, mengungkapkan bahwa curah hujan dari OMC membuat padi sulit matang. Sawah yang tergenang air membuat sebagian besar padi masih hijau dan belum siap dipanen.
“Seharusnya saat panen, sawah butuh panas. Tapi hujan turun terus. Kalau dipanen sekarang, hasilnya jelek. Kalau ditunda, serangan hama tikus makin parah,” keluh Yansah, Selasa (26/8/2025).
BACA JUGA:Pemko Banjarbaru Tawarkan Diskon PBB hingga 10%, Bagi Warga Bayar Pajak Lebih Cepat
Ia menyebut kondisi tersebut membuat petani berada dalam posisi serba salah. Akhirnya, sebagian petani memilih memanen lebih cepat meski padi belum matang sempurna, daripada harus kehilangan seluruh hasil akibat serangan hama.
Dampak Ganda: Lahan Becek, Mesin Panen Tak Bisa Jalan
Hal senada disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Palam, Rohim. Menurutnya, hujan tinggi memang membantu lahan yang sebelumnya kering, namun di lokasi panen justru menjadi bencana.







