WARTABANJAR.COM, KANDANGAN – Bayangkan sebuah perjalanan panjang, dua hari satu malam, hanya dengan mengandalkan kaki dan semangat. Jejak langkah kita menembus hutan lebat Pegunungan Meratus, melewati sungai-sungai jernih, sambil ditemani suara burung Rangkong yang khas menggema dari kejauhan. Itulah pengalaman menuju Desa Juhu, sebuah desa di ketinggian 560 mdpl yang dijuluki desa tertinggi di Kalimantan Selatan.
Perjalanan terasa berat, tapi setiap sudut memberi hadiah indah: pepohonan raksasa yang menjulang, udara sejuk yang membelai wajah, hingga kabut tipis yang membuat kita serasa berjalan di atas awan. Setiap tapak kaki adalah cerita, dan setiap hembusan napas terasa lebih bermakna.

Sesampainya di Desa Juhu, Kacamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kita akan disambut keramahan masyarakat Dayak Meratus. Mereka hidup selaras dengan alam, berladang secara tradisional, menanam padi gunung yang harum dan pulen, serta menghasilkan kayu manis dan aren yang melegenda. Hidup di sini sederhana, tapi penuh kebijaksanaan.







