Kini Jadi Pelari Trail Run, Hidayatullah Jelajahi Jalur Ekstrem Pegunungan Meratus di HST Kalsel

WARTABANJAR.COM, BARABAI– Dua tahun terakhir, Muhammad Hidayatullah (29) mulai akrab dengan jalur-jalur terjal Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan.

Bukan untuk sekadar mendaki, melainkan berlari menembus hutan dan tanjakan ekstrem dalam olahraga trail run.

Bagi pria yang juga berprofesi sebagai wartawan di wilayah Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan ini, perjalanan mengenal trail run berawal dari hobinya mendaki gunung.

Tren olahraga lari lintas alam yang semakin ramai membuatnya penasaran untuk mencoba.

“Awalnya suka mendaki gunung. Karena trail running lagi ramai, ikut mencoba. Ternyata asyik dan malah ketagihan,” ujarnya kepada wartabanajar.com, Minggu (26/4/2026).

Sejak saat itu, trail run menjadi bagian dari rutinitasnya.

Ia mulai menjelajahi berbagai jalur di HST, seperti Puncak Sigaling di Desa Layuh dan Puncak Titi untuk rute pendek, hingga Desa Juhu dan Gunung Besar Halau-Halau untuk jalur yang lebih panjang.

Menurutnya, trail run bukan sekadar olahraga biasa.

Dibutuhkan fisik yang kuat, pemahaman medan, hingga teknik dan perlengkapan yang tepat, terutama untuk rute jarak jauh dengan elevasi tinggi.

“Ini olahraga yang cukup berat. Tidak hanya fisik, tapi juga harus paham medan dan teknik,” katanya.

Namun di balik tantangan tersebut, ada sisi lain yang membuatnya jatuh cinta pada trail run.

BACA JUGA: Komunitas Trail Runners Meratus HST Berdiri Sejak 2019, Kini Beranggotakan 338 Orang

Baginya, olahraga ini menjadi cara terbaik menikmati alam di tengah kesibukan.

Trail run itu seperti refreshing. Kita bisa menikmati alam, tapi dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan mendaki,” jelasnya.

Tak hanya berdampak pada fisik, trail run juga membawa perubahan pada gaya hidupnya.

Stamina lebih terjaga, pola tidur menjadi lebih teratur, dan tingkat stres berkurang.

“Yang pasti kesehatan meningkat. Lebih semangat juga dalam bekerja,” ungkapnya.