WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Jelang dimulainya US Open 2025, bintang tenis Amerika Coco Gauff membuat langkah mengejutkan dengan memutus kerja sama dengan pelatih tekniknya, Matt Daly, dan merekrut Gavin MacMillan, spesialis biomekanik yang pernah menyelamatkan karier servis Aryna Sabalenka. Keputusan ini muncul di tengah penurunan performa servis Gauff yang kembali menghantui dirinya sepanjang tur musim panas, terutama di Canadian Open dan Cincinnati Open. Servis Masih Jadi Masalah Meski sempat bangkit sejak akhir 2024 dan awal 2025, masalah lama servis kembali menghantui Gauff. Statistik berbicara: 42 double fault hanya dalam 3 pertandingan di Montreal. Bahkan dalam laga melawan Danielle Collins, Gauff nyaris kehilangan satu set penuh hanya karena kesalahan servis. Meskipun berhasil memenangkan pertandingan itu, alarm sudah berbunyi. Dan puncaknya terjadi ketika Gauff takluk dari Jasmine Paolini di Cincinnati, dengan 16 double fault dalam satu pertandingan saja. Ganti Pelatih, Harapan Baru? Tak ingin mengulangi kesalahan di US Open seperti tahun lalu ketika kalah dari Emma Navarro, Gauff memutuskan berpisah dari Matt Daly, pelatih yang ia rekrut pasca US Open 2024 untuk memperbaiki forehand dan servisnya. Kini, ia menggandeng Gavin MacMillan, sosok di balik transformasi servis Aryna Sabalenka yang dulu dikenal “raja double fault” tapi kini sudah mengoleksi tiga gelar Grand Slam dan pernah duduk di puncak ranking WTA. MacMillan sudah terlihat mendampingi Gauff saat sesi latihan di Billie Jean King Tennis Center, bersama pelatih lama Jean-Christophe Faurel. Dapatkah Gauff Cepat Beradaptasi? Gauff dikenal sebagai petenis muda yang cepat menyerap ide baru. Ia menjuarai US Open 2023 hanya dua bulan setelah merekrut Brad Gilbert, dan tahun lalu sempat mengangkat trofi China Open dan WTA Finals setelah bekerja sama dengan Daly. Namun kali ini, waktu sangat sempit. Undian utama US Open 2025 dimulai Minggu ini, 24 Agustus, dan belum diketahui apakah perubahan teknik yang ditanamkan MacMillan bisa langsung diterapkan Gauff. “Kesabaran dan timing adalah segalanya dalam biomekanik,” ujar seorang analis tenis. “Pertanyaannya, apakah Gauff punya cukup waktu?” Konsultasi dengan Andy Roddick Tak hanya itu, Gauff juga sempat berkonsultasi dengan legenda tenis AS Andy Roddick untuk membenahi gerakan toss-nya. Semua ini menunjukkan satu hal: Gauff serius ingin memperbaiki titik lemahnya, dan tidak ingin mengulangi skenario menyakitkan tahun lalu. US Open 2025 akan menjadi panggung besar dan mungkin juga ujian terakhir apakah perombakan tim pelatih ini akan membuahkan hasil, atau justru memperumit langkahnya menuju gelar Grand Slam kedua. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar