“Program ini tak hanya berfokus pada aspek gizi, tapi juga memberi dampak ekonomi signifikan dengan menciptakan 22.900 lapangan kerja baru di berbagai daerah,” tambah Kapolri.
Jenderal Listyo Sigit juga mengungkapkan, SPPG merupakan bagian dari ekosistem pembangunan yang sehat.
“Dengan adanya lapangan pekerjaan serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah, kami optimis ini akan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan program ini.
“Saya minta Pak Kapolda dan jajaran untuk terus memperkuat kerja sama dengan kelompok tani, komunitas, serta semua pihak yang dapat berperan aktif dalam program unggulan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan, saat ini terdapat 14 SPPG binaan Polri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. “Total penerima manfaatnya mencapai 45.280 siswa,” papar Kapolda.
Dalam momen kunjungan ini, Kapolri dan Kapolda Kalsel juga melakukan seremoni Groundbreaking pembangunan 10 SPPG baru yang akan menggunakan sistem modular untuk efisiensi dan percepatan pembangunan.
Sebagai informasi, Kalimantan Selatan telah mengoperasikan 18 dari 223 SPPG yang tersebar di Indonesia, dengan catatan jumlah tersebut belum termasuk unit yang dikelola oleh Polda Kalsel. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







