WARTABANJAR.COM – Ada kabar baik bagi pasien yang ingin memeriksakan kesehatannya, khususnya para penderita kanker.
Kini ilmuwan telah mengembangkan alat kecerdasan buatan, guna menganalisis perubahan wajah seseorang dan memprediksi hasil pengobatan penyakitnya.
Dikatakan, wajah adalah cermin pikiran yang tidak hanya menunjukkan emosi, tetapi juga perjalanan waktu itu sendiri. Juga kondisi kesehatan.
Faktanya, beberapa orang memang cenderung terlihat lebih tua daripada yang lain yang seusia.
Penyakit, stres, dan gaya hidup, disinyalir sebagai penyebab kondisi tersebut.
Baca Juga: 3 Tips Menjaga Kesehatan dari Kemenkes Bagi Jemaah Haji 2026 Selama Berada di Tanah Suci
Baca Juga: Waspadai 5 Penyakit Langganan Jemaah Haji Saat Beribadah Haji 2026 ini, Simak Cara Mencegahnya
Mass General Brigham di Amerika Serikat telah membentuk tim ilmuwan guna mengembangkan FaceAge, sebuah alat kecerdasan buatan (AI) yang dapat memperkirakan usia biologis seseorang dari satu foto.
Usia biologis mencerminkan kondisi fisiologis tubuh dan proses penuaan, bukan usia kronologis sebenarnya.
Hal ini telah memberi para peneliti wawasan tentang respons orang terhadap kanker dan pengobatannya, melihat siapa yang memiliki peluang bertahan hidup lebih tinggi, dan siapa yang merespons pengobatan dengan lebih baik.
Dengan menggunakan FaceAge, para peneliti sebelumnya menemukan bahwa pasien kanker cenderung tampak sekitar lima tahun lebih tua dari usia kronologis mereka.
Diperkirakan wajah yang lebih tua, berkorelasi dengan hasil kelangsungan hidup yang lebih buruk setelah pengobatan kanker.
Dalam sebuah studi baru, mereka menemukan bahwa Tingkat Penuaan Wajah (Face Aging Rate/FAR), yang menggunakan foto untuk mengukur perubahan usia biologis dari waktu ke waktu, dapat berfungsi sebagai biomarker non-invasif untuk prognosis kanker.







