WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan resmi memulai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.

Acara peresmiannya digelar pada Selasa (26/5/2026) ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Infrastruktur ini dibangun guna menggantikan jembatan lama yang kondisinya sudah usang sekaligus memperlancar urat nadi perekonomian warga lokal.

Proyek strategis ini dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan sedikitnya 300 personel gabungan dari Polda Kalsel, Polres Tanah Laut, hingga Polsek jajaran.

BACA JUGA: Sentil Pelayanan Publik, Sekda Tanah Laut Minta ASN Disiplin

Pembangunan jembatan baru tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari ke depan.

Kehadiran fasilitas penyeberangan ini diproyeksikan mampu membuka isolasi serta mempermudah mobilitas bagi sekitar 5.000 penduduk di Desa Tabanio dan kawasan sekitarnya.

BACA JUGA: Perkuat Mutu Pendidikan Bupati Tanah Laut, Tantang PGRI Lahirkan Terobosan Strategis

Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menekankan bahwa Desa Tabanio memiliki nilai historis yang tinggi karena menjadi lokasi situs bersejarah Benteng Tabanio.

Keberadaan infrastruktur jembatan baru ini dinilai sangat vital bagi aktivitas harian para nelayan setempat.

"Apabila jembatan ini disempurnakan lagi, maka sesuai dengan fungsinya untuk menyambung dua wilayah, kemudahan distribusi dan peningkatan perekonomian masyarakat akan lebih terwujud," ujar Rahmat Trianto.

​Ia menambahkan, struktur jembatan terdahulu yang telah beroperasi selama puluhan tahun memang sudah saatnya direnovasi total demi menjamin keamanan pengguna jalan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan bahwa keterlibatan institusi kepolisian dalam proyek ini merupakan langkah konkret untuk menjalankan instruksi langsung dari Kepala Negara.

​"Kegiatan ini merupakan wujud dan implementasi dari perintah Bapak Presiden agar TNI-Polri membangun jembatan untuk masyarakat," kata Rosyanto Yudha Hermawan.

Rosyanto optimistis infrastruktur baru ini akan membawa dampak multiplier yang luas bagi masyarakat di berbagai sektor kehidupan.

​"Jembatan ini akan membantu akses pendidikan, kesehatan, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.