Waspadai 5 Penyakit Langganan Jemaah Haji Saat Beribadah Haji 2026 ini, Simak Cara Mencegahnya

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

Jemaah juga harus menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang kerap mencapai lebih dari 40 derajat celsius padahal harus tetap beraktivitas ibadah untuk menunaikan haji. 

Kondisi ini menjadi tantangan serius karena dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Keluhan seperti dehidrasi hingga serangan panas atau heatstroke yang berisiko fatal pun menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah.

Dalam suhu tinggi, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan suhu.

Situasi ini membuat jemaah, terutama lanjut usia (lansia) serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi kronis, lebih rentan mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci. 

Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang kerap dialami jemaah haji di Tanah Suci yang harus diwaspadai, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (25/4/2026):

Penyakit Rentan Menyerang Jemaah Haji

Ada sejumlah gangguan kesehatan yang umum dialami jemaah akibat paparan panas ekstrem, aktivitas fisik yang intens, serta kondisi lingkungan yang padat.

1. Heatstroke (Serangan Panas)

Heatstroke menjadi salah satu kondisi paling berbahaya selama musim haji.

Gangguan ini terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu mengontrol suhu internal akibat paparan panas berkepanjangan, sehingga suhu tubuh meningkat drastis dan dapat mengganggu fungsi organ vital.

Gejalanya meliputi suhu tubuh tinggi, kulit terasa kering dan panas, pusing, mual, kebingungan, hingga penurunan kesadaran. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam nyawa.

2. Dehidrasi

Dehidrasi menjadi masalah kesehatan yang paling sering dialami jemaah.

Kurangnya asupan cairan di tengah cuaca panas dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan tanpa disadari, terutama ketika rasa haus berkurang.

Kondisi ini bisa memicu lemas, pusing, kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga menurunnya fungsi organ jika berlangsung dalam waktu lama.

3. Kelelahan Akibat Panas (Heat Exhaustion)

Kelelahan akibat panas terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar akibat aktivitas fisik berlebih di suhu tinggi.

Gejalanya antara lain keringat berlebihan, tubuh terasa lemah, pusing, mual, dan kram otot. Jika diabaikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi heatstroke.