WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, berpartisipasi dalam Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) tingkat kabupaten pada Selasa (19/08/2025). Ajang ini merupakan wujud komitmen desa dalam membina keluarga dan mempersiapkan generasi penerus yang unggul. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Camat Panyipatan, serta aparat desa, kader BKB, PKK, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Borneo Lestari. Baca Juga VIDEO – Viral! Pencuri Nekat Gasak Kursi Besi di Medan Saat Toko Tutup Kepala Desa Batakan, Patnur, dalam sambutannya menekankan peran vital kelompok BKB sebagai wadah pembinaan keluarga, khususnya orang tua dengan anak balita. Ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan "investasi berharga" yang harus dibina sejak dini agar tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. “Balita adalah investasi kita untuk masa depan. Jika anak-anak kita jaga dengan baik, insyaAllah mereka akan menjadi generasi penerus yang cerdas, sehat, dan bermanfaat,” ujarnya. Sejalan dengan itu, Camat Panyipatan, M Hadiat Wicaksono, memberikan apresiasi tinggi kepada Desa Batakan atas partisipasi aktif dan antusiasme mereka dalam program BKB. Sebagai desa dengan populasi terbesar di kecamatan, Batakan memiliki jumlah balita yang signifikan, yang menuntut dukungan penuh dari pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan terkait. “BKB adalah langkah nyata dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan menyiapkan generasi emas 2045. Kami berharap Desa Batakan meraih hasil terbaik pada lomba ini,” kata Camat. Sementara itu, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Zuaridah, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah stunting yang masih ditemukan di beberapa desa. Ia mengungkapkan bahwa meskipun angka stunting di Tanah Laut telah menurun drastis dari 41,7% menjadi sekitar 22,5% pada tahun 2024, target pemerintah adalah menurunkannya hingga minimal 14%. “Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki, khususnya hasil perikanan, seharusnya gizi anak-anak bisa terpenuhi. Melalui BKB dan posyandu, mari kita tingkatkan pola makan sehat dan pencegahan stunting,” tegasnya. Sebagai bagian dari acara, diadakan pula Gerakan Minum Susu dan Makan Telur bersama, sebuah inisiatif kolaborasi antara Dinas P3AP2KB dan Dinas Peternakan serta Kesehatan Hewan. Selain itu, secara simbolis juga diserahkan bantuan kepada para peserta. (Wartabanjar.com/Gazali) Editor Restu