WARTABANJAR.COM, BARABAI– Ribuan warga memadati Desa Pajukungan, Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), untuk menyaksikan atraksi unik sepak bola api dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (18/8/2025) malam. Sejak 2016, tradisi sepak bola api rutin digelar oleh para pemuda Desa Pajukungan. Tanpa organisasi resmi, kegiatan ini murni hasil gotong royong warga, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Tahun ini, dua tim berisi 7–8 orang pemain dari desa setempat kembali menunjukkan keberanian mereka menyepak bola api di lapangan desa. Muhammad Rizki Akbar, salah satu pemain sekaligus perwakilan masyarakat, mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini sejak awal adalah untuk memeriahkan perayaan hari kemerdekaan. “Acara ini murni inisiatif anak-anak muda Desa Pajukungan. Dana berasal dari sumbangan masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini bisa terus berlanjut sebagai hiburan rakyat sekaligus melestarikan tradisi,” ujarnya. Menurut Rizki, tahun ini pertandingan masih terbatas diikuti masyarakat setempat, namun tahun depan rencananya akan melibatkan desa lain agar lebih meriah. “InsyaAllah tahun depan kami tidak hanya melibatkan tim dari Pajukungan, tetapi juga mengundang desa lain supaya acaranya lebih semarak,” tambahnya. Meski ribuan penonton hadir, tahun ini panitia sempat menemui kendala, yaitu kondisi lapangan becek membuat permainan tidak berjalan maksimal. Selain itu, keterbatasan dana untuk membeli minyak gas sebagai bahan utama bola api juga menjadi tantangan tersendiri. “Kami minta maaf karena tadi malam sempat mengecewakan penonton. InsyaAllah tahun depan kami lebih siap, bahkan berencana membentuk organisasi agar kegiatan ini lebih terkoordinir. Harapan besar kami, semoga ada sponsor yang mau membantu agar tradisi ini bisa terus hidup dan semakin besar,” pungkasnya. Kendati ada keterbatasan, antusiasme warga tetap tinggi. Pertandingan sepak bola api ini selalu menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu setiap peringatan 17 Agustus di Desa Pajukungan. (wartabanjar.com/Adew) Editor: Yayu