WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Menyikapi aksi warga Desa Tebing Siring yang memutus jalan kebun sebagai bentuk protes terhadap truk angkutan Galian C, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanah Laut angkat bicara. Dishub menegaskan bahwa pihaknya telah memasang rambu-rambu pembatasan muatan dan mengimbau perusahaan untuk mematuhi aturan tersebut. Ditemui oleh Wartabanjar.com di kantornya pada Rabu (13/8/2025), Kepala Dishub Tanah Laut, Danoe Sulaiman, menyatakan bahwa langkah warga tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga infrastruktur jalan. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang sudah ditetapkan. "Jadi terkait jalan di Tebing Siring itu memang sudah kami pasang rambu-rambu untuk pembatasan muatan maksimum kendaraan yang boleh melintas di situ," ujar Danoe. Danoe berharap, dengan adanya rambu-rambu tersebut, para pengemudi truk dapat mematuhinya agar jalan tidak cepat rusak akibat muatan yang melebihi kapasitas. Menurutnya, hal ini krusial agar jalan dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Terkait sanksi, Danoe memilih pendekatan persuasif terlebih dahulu. "Kalau terkait sanksi ya, mungkin kita mengimbau saja dulu dari pihak perusahaan untuk melakukan sosialisasi lagi atau mengedukasi sopir-sopirnya lah untuk tidak melintas menggunakan jalan itu ketika muatannya memang melebihi kapasitas jalan tersebut," tambahnya. Ia menegaskan bahwa jika diperlukan, Dishub siap mengambil tindakan tegas, namun sosialisasi dianggap sebagai langkah awal yang lebih baik. "Jika diperlukan tindakan ya kita siap saja untuk melakukan tindakan, tapi alangkah lebih baiknya melalui sosialisasi saja," ucap Danoe. BACA JUGA: Air Sungai Keruh Parah, PTAM Bersujud Hentikan Sementara Distribusi Air Leding ke Seluruh Tanah Bumbu Danoe juga mengingatkan bahwa penggunaan jalan umum harus sesuai dengan Undang-Undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terutama yang berkaitan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST). Ia menyarankan, jika ada perusahaan yang tetap ingin melintas dengan muatan berlebih, mereka harus memperbaiki kualitas jalan atau mencari jalur alternatif lain. "Ya itu kalau memang mau berlebih muatan ya perbaiki kualitas jalannya kalau tidak ya menggunakan jalan alternatif lain jangan menggunakan jalan umum," pungkas Danoe. (Wartabanjar.com/Gazali) Editor: Yayu