WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Tanah Laut dengan skala yang mengkhawatirkan. Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tanah Laut mencatat, sejak Januari hingga 11 Agustus 2025, sudah terjadi 7 kejadian karhutla dengan total lahan terbakar mencapai 14,867 hektare.
Ironisnya, dari total lahan yang terbakar, hanya 6,853 hektare yang berhasil dipadamkan. Sisanya sulit dijinakkan akibat kondisi geografis yang menantang, akses yang sulit, serta cuaca panas dan kering yang mempercepat penyebaran api.
“Penanganan dilakukan bersama tim gabungan TNI, Polri, Pemda melalui BPBD dan Damkar, Manggala Agni, serta relawan. Evaluasi dilakukan setiap hari di posko maupun di lapangan,” ujar perwakilan Pusdalops BPBD Tanah Laut, M.Rifki Zanuar, Senin (11/8/2025).
Bati-Bati Jadi Zona Merah Karhutla
Kecamatan Bati-Bati menjadi wilayah dengan intensitas kebakaran tertinggi, mencatat 4 kejadian sejak awal tahun. Untuk mempercepat respons, BPBD mendirikan Posko Induk di kantor BPBD Tanah Laut, Posko Terpadu di Gunung Raja (Bati-Bati), dan 2 pos lapangan di titik rawan.
BACA JUGA:Nikah Siri Masih Marak di HST! PA Barabai Bongkar Risiko Hukum yang Mengintai Perempuan dan Anak
Berikut daftar kejadian karhutla di Tanah Laut sepanjang 2025:
5 Mei – Desa Kintap Kecil, Kec. Kintap
8 Mei – Desa Banyu Irang, Kec. Bati-Bati











