Ancaman Kemarau Panjang 2026, Manggala Agni Tanah Laut Perketat Pemeriksaan Fisik Personel
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Menghadapi ancaman kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi jauh lebih ekstrem, Manggala Agni Kalimantan VI Tanah Laut mulai memperketat benteng pertahanan terakhir mereka: kesehatan personel. Langkah antisipatif ini ditandai dengan pemeriksaan medis menyeluruh di markas Gunung Kayangan, Desa Ambungan, Pelaihari, Rabu (1/4/2026).
Pengecekan fisik ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan strategi krusial mengingat beban kerja Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akan sangat menguras stamina di lapangan nanti.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan VI Tanah Laut, Sufie Bhaskara, mengungkapkan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) adalah harga mati dalam menghadapi risiko bencana yang meningkat tahun ini.
“Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang, sehingga kesiapan SDM menjadi sangat penting. Salah satunya dengan memastikan kondisi kesehatan seluruh personel,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi rujukan bagi personel untuk lebih memperhatikan kondisi tubuhnya, sekaligus memastikan seluruh tim siap menjalankan tugas di lapangan.
Dengan kekuatan 58 personel yang tersebar di Mako Tanah Laut (28 orang), Pondok Kerja Tapin (15 orang), dan Pondok Kerja Balangan (15 orang), tim ini memikul tanggung jawab besar.
Cakupan wilayah kerjanya pun cukup luas, meliputi Kabupaten Tanah Laut, Tapin, Balangan, Hulu Sungai Utara, hingga Tabalong.
Dalam agenda ini, Manggala Agni menggandeng UPTD Puskesmas Panggung untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis tahunan dari Kementerian Kesehatan.
Tim medis melakukan skrining mendalam mulai dari pemeriksaan mata, telinga, gigi, tekanan darah, hingga tes laboratorium untuk kadar gula darah.
Kepala UPTD Puskesmas Panggung, dr. Arian Rizki Amalia, memberikan catatan khusus terhadap hasil pemeriksaan tersebut.
“Secara umum kondisi kesehatan personel Manggala Agni cukup baik, meskipun ada beberapa yang mengalami tekanan darah tinggi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, dr. Arian menyebutkan bahwa personel yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi langsung diberikan sesi konsultasi serta rekomendasi pengobatan ke fasilitas kesehatan terdekat agar kondisi mereka kembali prima sebelum terjun ke titik api.