Strategi Pit Stop Jadi Kunci Kemenangan Norris di Hungaroring
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Lando Norris mungkin tidak memulai dari pole position di GP Hungaria 2025, namun strategi cerdas tim McLaren menjadi kunci utama di balik kemenangannya yang dramatis di Sirkuit Hungaroring, Minggu (3/8).
Berbeda dengan para pesaingnya seperti Charles Leclerc (Ferrari) dan Oscar Piastri (McLaren) yang memilih strategi dua kali pit stop, Norris menjalani balapan dengan hanya satu kali pergantian ban sebuah keputusan berani yang akhirnya terbukti jitu.
Pada awal balapan, Norris sempat kehilangan posisi setelah gagal menyalip di tikungan pertama dan turun ke posisi kelima. Namun tim McLaren tetap tenang dan memilih untuk menjalankan strategi berbeda dengan mengandalkan stint panjang sebelum melakukan pit stop tunggal di lap ke-32.
Sementara itu, Piastri dan Leclerc yang sempat memimpin lomba, masuk ke pit lebih awal dan kembali melakukan pit stop kedua di lap-lap akhir. Kondisi ini memberi Norris keunggulan waktu dan posisi track yang penting di paruh kedua balapan.
“Kami tahu ban harus dijaga dengan sangat hati-hati, tapi keputusannya tepat. Lando menjalankan strategi dengan sempurna,” ujar Race Engineer Norris dalam kutipan dari paddock McLaren.
Keputusan tersebut membuat Norris berada di depan menjelang 15 lap terakhir, meski dengan tekanan tinggi dari Piastri yang menggunakan ban lebih baru dan lebih segar. Kejar-kejaran antara dua pembalap McLaren ini mencapai puncaknya pada lap 68, ketika Piastri mencoba menyalip tetapi gagal karena lock-up di tikungan pertama.
Norris pun berhasil mempertahankan posisi hingga garis finis dan menang dengan selisih hanya 0,698 detik menjadikannya salah satu finis paling ketat di musim 2025.
Kemenangan ini tidak hanya memperkecil selisih poin Norris dengan Piastri di klasemen pembalap, tapi juga memperkuat posisi McLaren di puncak klasemen konstruktor.
“Kami mengambil risiko dengan strategi ini, tapi ini Formula 1 kadang keputusan berbeda membawa hasil luar biasa,” tambah Kepala Strategi McLaren. (Berbagai sumber/Aar)
Editor: Andi Akbar