Kalsel Siaga Karhutla, Satu Unit Pompa untuk Satu Desa

WARTABANJAR.COM, ‎BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah strategis dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap melanda setiap tahunnya.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, mengungkapkan dari hasil Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Karhutla, Gubernur Kalsel menyampaikan komitmen kuat untuk memperkuat upaya mitigasi bencana.

‎Salah satu kebijakan utama yang akan segera dituangkan dalam edaran resmi adalah penganggaran satu unit pompa pemadam karhutla untuk setiap desa di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, mulai tahun 2026.

Baca Juga

‎EO MTQ Kalsel Dipanggil Polres Banjar, Ada Apa?

‎”Ini bentuk perhatian beliau agar desa-desa di Kalsel siap menghadapi karhutla secara mandiri. Harapannya, resiko bencana bisa ditekan sejak dini,” ujarnya kepada awak media, Senin (4/8/2025) siang.

‎Selain pengadaan alat, Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang selama ini terbukti efektif dalam menekan jumlah kejadian karhutla.

‎”Kerja sama antara TNI/Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat sudah berjalan baik dan akan terus ditingkatkan,” tambah Bambang.

‎Saat disinggung mengenai jumlah titik api, Bambang menyebut hingga 26 Juli 2025 ada 1.900 titik api yang terdeteksi.

‎”Adapun luasan lahan yang terbakar mencapai 59 hektare, dari ‎jumlah tersebut sekitar 20 hektare lahan yang terbakar berhasil dipadamkan,” jelasnya.

‎”Saat ini Kota Banjarbaru tercatat sebagai wilayah dengan kejadian karhutla paling dominan, namun seluruh insiden masih terkendali berkat respons tanggap yang dilakukan bersama,” lanjutnya.

‎Sebagai langkah lanjutan, Gubernur akan segera menandatangani surat keputusan penetapan status Siaga Darurat Karhutla untuk Kalsel.

‎Status ini diperlukan agar pemerintah pusat dapat segera mengirimkan bantuan, termasuk dukungan helikopter water bombing.

‎”Setelah status siaga darurat ditetapkan, kita akan segera koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mobilisasi sumber daya,” jelas Bambang.

‎Tak kalah penting, Pemerintah daerah juga diminta untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.