155 Hektare Lahan di Kalsel Terbakar dengan 1.922 Titik Api Hingga Agustus 2025

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat 73 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 1 Januari hingga 3 Agustus 2025.

Total lahan yang terdampak Karhutla yang sebarannya dari seluruh Kabupaten Kota se Kalsel mencapai 155,36 hektare, dengan jumlah titik api atau hotspot yang ditemukan mencapai 1.922 tititk api.

Hal tersebut terungkap dalam Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalsel Tahun 2025 di Gedung DR. KH. Idham Chalid di Banjarbaru, Senin (4/8/2025).

Baca Juga

‎EO MTQ Kalsel Dipanggil Polres Banjar, Ada Apa?

Gubernur Kalsel, H Muhidin menyampaikan, hasil rapat koordinasi kali ini, pihaknya menyepakati, bahwa Kalsel kini berstatus Siaga Darurat Karhutla.

“Dari rakor hari ini, kita sudah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla untuk Provinsi Kalsel, karena di Kalsel sudah ada dua Kabupaten/Kota yang menetapkan status tersebut,” ujar H. Muhidin.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan efektivitas peralatan pemadaman.

“Saya dengar pompa yang digunakan masih terlalu kecil. Ini harus jadi perhatian. Setiap posko sebaiknya memiliki pompa dengan daya semprot besar agar lebih efektif menjangkau luas lahan yang terbakar,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta BMKG untuk memaparkan prakiraan cuaca terbaru.

“Kami ingin tahu apakah pertengahan Agustus ini benar-benar memasuki musim kemarau panjang atau justru masih ada potensi hujan. Ini penting untuk mengantisipasi segala kemungkinan,” ujarnya.