BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Akibat Gempa Rusia Bikin Netizen Lega
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- BMKG mengumumkan pada Rabu (30/7/2025) bahwa peringatan dini tsunami disebabkan oleh Gempa Kamchatka yang mereka keluarkan kemarin pagi resmi berakhir.
Hal ini membuat banyak warganet merasa lega, sebab seperti diberitakan sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami berpotensi tejadi di sejumlah wilayah Indonesia Timur seperti Gorontalo, Papua Barat, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, imbas dari gempa besar berkekuatan magnitudo 8,7 yang melanda pantai timur Rusia, Kamchatka pada Rab, 30 Juli 2025 pukul 06:24:50 WIB.
Mengutip Instagram BMKG, Kamis (31/7/2025), sejumlah netizen mengutarakan rasa bersyukur dan lega mereka, khususnya mereka yang berdomisili di kawasan-kawasan yang diumumkan BMKG.
"PUJI TUHAN dan akhirnya bisa tidur dengan nyenyak," ujar ena***.
"Alhamdulillah 🤲🏻 Terimakasih ya Allah..," kata dhy***.
"Alhamdulillah semoga Tuhan slalu melindungi saudara2 ku diluar sana termasuk keluargaku Aamin yarobbal allamin,' ujar rah***.
BACA JUGA: Mulai September Tarif Air Bersih di Balangan Naik, ini Rinciannya
Tak Ada Korban Jiwa
Mengutip berbagai sumber, gempa bumi berkekuatan M 8,7 skala Richter melanda Kamchatka, Rusia ini memicu peringatan tsunami untuk kepulauan Pasifik, Rusia, dan Jepang.
Guardian melaporkan gempa tersebut dangkal dan cukup kuat untuk menyebabkan gelombang atau tsunami.
Sejauh ini, peringatan tsunami telah mencapai Kepulauan Mariana Utara, yaitu Guam, Rota, Tinian, dan Saipan
Gelombang tsunami besar mulai melanda pesisir Pasifik Rusia dan sejumlah wilayah Jepang, Rabu (30/7/2025).
Hal ini disebabkan gempa berkekuatan M 8,7 yang telah menghantam wilayah tersebut.
Menteri Situasi Darurat Regional Kamchatka Rusia, Sergei Lebedev, mengatakan tsunami dengan ketinggian gelombang 3-4 meter tercatat di beberapa bagian Semenanjung Kamchatka.
Ia meminta warga untuk menjauh dari daerah pesisir.
Walau tergolong gempa besar dan dahsyat, namun otoritas setempat mengumumkan tak ada korban jiwa terdampak musibah ini. (Yayu)
Editor: Yayu