Selain membentuk MPA, pihak PPKH juga memberikan dukungan penuh dalam bentuk insentif serta perlengkapan sarana dan prasarana agar para relawan MPA dapat memantau potensi kebakaran sejak dini.
Dishut Kalsel juga telah menempatkan tandon air di berbagai wilayah rawan terbakar, termasuk di Tahura dan lokasi strategis lainnya.
“Peralatan serta sarana dan prasarana kami pastikan berfungsi optimal. Tandon air pun sudah kami letakkan di titik-titik rawan,” tambah Fatimatuzzahra.
Jika muncul titik api, informasi akan segera diteruskan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang bertanggung jawab di wilayah tersebut. Tim KPH akan turun langsung untuk melakukan verifikasi dan pengecekan langsung di lapangan.
“Setiap titik panas yang muncul akan dicek langsung oleh KPH. Bisa jadi itu api sungguhan, atau hanya pantulan panas dari kondisi alam. Tapi kami pastikan, sembilan KPH yang ada siap melakukan pemeriksaan di wilayah kerjanya masing-masing,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan secara sembarangan dan turut menjaga lingkungan sekitar agar Kalsel tidak tenggelam dalam kabut asap yang menyesakkan.(Wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







