Belum Ada Kasus Leptospirosis di Banjarmasin, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN –Maraknya kasus leptospirosis di sejumlah daerah di Indonesia membuat sebagian warga khawatir.

Penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira ini umumnya menular melalui air seni tikus dan dapat mengancam nyawa.

BACA JUGA: Rawan Karhutla! 143 Titik Panas ada di Kalimantan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda, memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus leptospirosis di wilayahnya, bahkan tergolong sangat jarang.

“Masih perlu konsultasi dan pembuktian lebih lanjut kalau memang ada kasusnya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, selama belum ada bukti kasus positif, pihaknya tidak dapat menerapkan prosedur penanganan khusus untuk penyakit tersebut.

Meski demikian, Tabiun menegaskan Dinkes Banjarmasin memiliki sumber daya tenaga kesehatan yang cukup jika sewaktu-waktu ditemukan kasus tersebut.

“Insya Allah tenaga kita cukup. Sampai hari ini belum terbukti ada leptospirosis di Kota Banjarmasin,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Tabiun mengimbau warga menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak minum air, mengonsumsi vitamin, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sakit.

“Kalau batuk cepat ke dokter atau puskesmas agar segera diobati. Jangan menunda,” pesannya. (Ramadan)

Editor: Yayu