WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan. Komitmen ini diwujudkan melalui Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2025, yang digelar Senin (28/07/2025) di Pandopo Kantor Bupati, Gunung Tinggi, Batulicin. Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, melalui Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Yulian Herawati. Dalam sambutan yang disampaikan Pj. Sekda, Bupati menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan persoalan serius dan kompleks. Dampaknya tidak hanya pada fisik, tetapi juga memicu trauma psikis berkepanjangan hingga lintas generasi. “Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan aparatur, lembaga layanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menangani kasus kekerasan secara holistik, profesional, dan berpihak pada korban,” ujar Yulian Herawati. Ia menambahkan bahwa peserta pelatihan diharapkan mampu memahami berbagai bentuk kekerasan, mengenali gejala dan dampaknya, serta menguasai alur penanganan dari tahap pelaporan, asesmen, intervensi, hingga pendampingan hukum dan psikososial. Kerja sama lintas sektor juga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas kekerasan bagi perempuan dan anak. BACA JUGA:DETIK-DETIK Mengiris Hati di Ayodhya: Nenek 80 Tahun Dibuang Keluarga, Kejahatan Anak Terekam CCTV Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanbu, Erli Yuli Susanti, menegaskan bahwa pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam pencegahan, penanganan, serta pemulihan korban kekerasan. Ia juga mengungkapkan bahwa fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak ibarat gunung es—banyak kasus tidak terungkap karena minim pelaporan serta pengaruh perkembangan teknologi digital seperti media sosial. “Oleh sebab itu, peran masyarakat melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat desa sangat vital sebagai mitra strategis pemerintah,” kata Erli. Pelatihan ini juga menghadirkan Ketua Satgas Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Lena Hanifah, S.H., LL.M., Ph.D., yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat. Ia memberikan materi mendalam tentang pendekatan hukum dan psikososial dalam menangani kekerasan. Pemkab Tanah Bumbu menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak dan Ramah Gender, sekaligus menjamin perlindungan serta hak-hak korban menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil.(*/mctanbu/rel) editor: nur muhammad