WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Ahmad Yani KM 13, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, pada Selasa pagi (29/07/2025) sekitar pukul 08.00 Wita. Video yang diunggah akun Instagram @peristiwabanua memperlihatkan dua orang korban terkapar di atas aspal. Satu di antaranya merupakan pengendara sepeda motor, sedangkan satu lagi adalah relawan pengatur lalu lintas atau biasa disebut SUPELTAS (Suka Relawan Pengatur Lalu Lintas). Dalam narasi video disebutkan, kedua korban telah dievakuasi ke RSI Sultan Agung Banjarbaru oleh tim relawan dari armada Faramai dan Kiwul. Pihak keluarga korban juga dikabarkan sudah mengetahui kejadian tersebut. Insiden ini memicu beragam reaksi dari warganet, terutama terkait keberadaan para relawan lalu lintas di jalan-jalan sibuk. Banyak yang menyuarakan keprihatinan serta pentingnya pemahaman terhadap aturan dan teknik pengaturan lalu lintas bagi para relawan tersebut. BACA JUGA:Tegas Lawan Kekerasan! Pemkab Tanbu Latih Aparatur Tangani Kasus Perempuan dan Anak "Terlepas siapa yang salah atau benar, kalau tidak paham cara mengatur lalu lintas, sebaiknya jangan menjadi SUPELTAS. Bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain," tulis seorang warganet. Beberapa pengguna media sosial juga membagikan pengalaman mereka yang nyaris celaka karena tiba-tiba disuruh putar balik di jalur cepat. Mereka berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar keselamatan di jalan raya lebih diperhatikan oleh semua pihak. "Pernah kami distop saat melaju 90 km/jam di jalan Haratan, hanya karena ada orang melambaikan tangan minta uang dua ribu rupiah. Untung kami sempat melihat, kalau tidak, bisa celaka," curhat pengguna lainnya. Tak sedikit pula yang mengaitkan maraknya kecelakaan belakangan ini dengan bulan Safar dalam kalender Hijriah—yang dalam kepercayaan sebagian masyarakat kerap dianggap sebagai bulan penuh ujian. "Bulan Safar, semoga kita semua dijauhkan dari marabahaya. Hati-hati di jalan, waspadai kondisi sekitar," tulis komentar lainnya dengan emotikon menangis dan doa. Netizen juga mencatat bahwa ini bukan satu-satunya kecelakaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi di kawasan Liang Anggang dan di KM 21-22 Jalan A. Yani. Kini, KM 13 Gambut menjadi titik tragedi berikutnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap dan kondisi terkini kedua korban. Warga diimbau agar tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak sembarangan mengambil peran sebagai pengatur jalan tanpa pelatihan yang memadai. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama.(Wartabanjar.com/peristiwabanua/berbagai sumber) editor: nur muhammad