WARTABANJAR.COM, BANGKOK – Teror senjata api mengguncang salah satu pasar tersibuk di Bangkok, Thailand. Lima orang dinyatakan tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden penembakan brutal yang terjadi di Pasar Or Tor Kor pada Senin siang (28/7/2025). Pelaku, seorang pria berusia 61 tahun yang diketahui merupakan mantan petugas keamanan di area tersebut, dilaporkan melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah kerumunan. Aksi berdarah itu berakhir tragis ketika pelaku ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala, yang diduga akibat tindakan bunuh diri. “Empat korban tewas adalah sesama petugas keamanan, dan satu lainnya merupakan pedagang perempuan. Sementara dua perempuan lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit,” ungkap juru bicara Kepolisian Kerajaan Thailand, dikutip dari Associated Press dan The Times UK. Saksi mata menggambarkan suasana mencekam saat suara tembakan bertubi-tubi menggema di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar. Kepanikan pun tak terhindarkan—pengunjung dan pedagang berhamburan mencari tempat berlindung, sementara aparat keamanan berusaha mengevakuasi lokasi. BACA JUGA:Kecelakaan Tragis di KM 13 Gambut, Relawan SUPELTAS dan Pengendara Motor Tergeletak di Aspal! Hingga kini, motif pasti pelaku masih dalam penyelidikan. Namun pihak berwenang menduga adanya latar belakang persoalan pribadi atau tekanan psikologis yang memicu aksi nekat tersebut. Kementerian Dalam Negeri Thailand menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses investigasi penuh kini sedang dilakukan oleh pihak berwenang. Pasar Or Tor Kor, yang selama ini dikenal sebagai destinasi kuliner unggulan dan pusat bahan pangan segar di jantung Bangkok, kini ditutup sementara untuk proses olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut. Tragedi ini menambah daftar panjang insiden kekerasan bersenjata yang menghantui Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Warga dan wisatawan diimbau tetap waspada dan segera melaporkan hal mencurigakan kepada otoritas setempat.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad