DETIK-DETIK Mengiris Hati di Ayodhya: Nenek 80 Tahun Dibuang Keluarga, Kejahatan Anak Terekam CCTV
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Sebuah video tragis mengguncang hati jutaan orang. Di tengah gelapnya malam Ayodhya, India, sebuah rekaman CCTV memperlihatkan aksi keji yang membuat bulu kuduk merinding—seorang nenek renta berusia sekitar 80 tahun dibuang hidup-hidup oleh keluarganya sendiri.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis malam, 24 Juli 2025. Dalam video yang kini viral, terlihat tiga orang—dua perempuan dan satu laki-laki—mengantar sang nenek dengan becak listrik (e-rickshaw). Perlahan, mereka menurunkan tubuh lemah sang nenek yang terbungkus selimut, meletakkannya di tepi jalan, dan pergi begitu saja… tanpa menoleh ke belakang.
Sang nenek tak bisa berkata-kata. Tubuhnya lemah, wajahnya penuh kelelahan hidup, dan tak ada satu pun identitas yang bisa dikenali. Ia bahkan tak mampu menyebutkan siapa namanya. Seolah benar-benar dibuang... seolah tidak pernah ada arti dari air susunya dulu.
BACA JUGA:Melawan Sunyi dan Terjal: Kepala SDN Sumbai Tempuh 1,5 Jam Tiap Hari Demi Pendidikan di Pelosok HST
Setelah video ini menyebar luas, warga yang menemukan sang nenek segera membawanya ke fasilitas medis terdekat. Namun, takdir berkata lain—belum sempat ia menceritakan kisah hidupnya, sang nenek menghembuskan napas terakhir. Ia pergi dalam sunyi... dalam luka... dalam pengkhianatan paling menyakitkan dari darah daging sendiri.
Ledakan Emosi Netizen: “Surga Telah Dibuang dari Hidup Mereka”
Kemarahan netizen tak terbendung. Kolom komentar dipenuhi kalimat pedas dan doa penuh haru. Berikut beberapa reaksi warganet:
“Surga ada di kaki ibu. Tapi mereka justru mencampakkan kunci surga itu ke jalanan.”
“Definisi: 1 ibu mampu merawat 10 anak, tapi 10 anak tak mampu menjaga 1 ibu.”
“Malaikat pun tak kuasa bertanya di alam kubur nanti. Langsung tendang ke neraka.”
“Perempuan pertama sempat menyelimuti... kupikir masih ada nurani. Tapi ternyata menutup wajah ibu sendiri.”
“Alam ini baik… nanti dia kasih pelajaran. Dan sakitnya akan lebih dari ini.”
Ketika Dunia Tak Lagi Punya Hati
Tragedi ini bukan sekadar kisah seorang nenek yang dibuang. Ini cerminan luka sosial yang semakin nyata. Ketika ego mengalahkan cinta, ketika harta lebih berharga dari kasih, dan ketika orang tua dianggap beban... maka hilanglah akal sehat dan nurani manusia.
Semoga peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Jangan sampai, di tengah gegap gempita dunia, kita justru lupa kepada tangan tua yang dulu menggendong, menyuapi, dan mendoakan kita dalam setiap sujudnya.
CATATAN:
Jika kamu masih memiliki orang tua, peluk mereka hari ini. Jangan biarkan penyesalan datang saat mereka sudah tak lagi bisa membuka mata untuk melihatmu.(Wartabanjar.com/merindink/berbagai sumber)
editor: nur muhammad